Sabtu, 05 April 2014

Six Kick Wings Food Succeed Top Coffee

Tingginya minat orang Indonesia untuk minum kopi ternyata menarik sejumlah perusahaan untuk menciptakan produk inovatif berbahan dasar kopi. Salah satunya Wings Food, perusahaan fast moving consumer goods, yang baru saja meluncurkan kopi instan bernama “Top Coffee”. Agar bisa menjadi merek top seperti Mie Sedaap dan So Klin, PT Harum Alam Segar (anak usaha Wings Food) menjalankan enam jurus strategis. Apa saja?

Dari kanan : Jessica Kartika (Tim Pemasaran Wings Food), Iwan Fals, dan Samuel Zylgwyn
Pertama, riset dan pengembangan. Sebelum meramaikan pasar kopi instan, perusahaan melakukan riset selama 2 tahun untuk menganalisa peluang bisnis, tren pasar, hingga karakteristik konsumen. Setelah itu, proses pengembangan konsep produk dimulai dari mencari diferensiasi, hingga distribusi penjualan.
Jessica Kartika, Tim Pemasaran Wings Food, menjelaskan, saat ini kopi merupakan industri global raksasa yang mempekerjakan lebih dari 20 juta orang. Komoditi ini menempati urutan kedua setelah minyak bumi, dengan lebih dari 400 miliar cangkir yang dikonsumsi setiap tahun. Alhasil, kopi menjadi minuman paling populer di dunia setelah air putih.
Jurus kedua adalah diferensiasi. Jessica mengklaim, Top Coffee memiliki positioning product di pasar. Misalnya, mengemas produk yang merupakan perpaduan dua jenis kopi robusta dan arabika. Dengan dua keunikan karakter yang berbeda, maka proses pemilihan biji kopi, saat pemetikan, ketepatan dalam temperatur dan penghitungan dilakukan secara detail dan tepat. Karena kerumitan dan pengolahan high tech tersebut, Top Coffee berani mengusung taqline “the art of coffee blending”.
Langkah selanjutnya adalah memilih duta merek (brand ambassador). Untuk meningkatakan citra merek, perusahaan menunjuk penyanyi legendaris Iwan Fals. Menurutnya, Top Coffee dan Iwan Fals memiliki kesamaan seperti idealisme dalam seni, dan menghasilkan mahakarya yang dikenang.
Strategi keempat, menjaring banyak segmen. Di tengah persaingan yang semakin ketat, Wings Food jeli melihat peluang dengan membidik pasar tanpa batasan umur. Caranya dengan menciptakan 4 varian mulai dari kopi murni, kopi gula untuk dewasa, kopi susu, dan kopi mocca untuk remaja.
Kelima, gencar melakukan aktivitas above the line (ATL) dan below the line (BTL). Untuk ATL misalnya, komunikasi merek dilakukan dimedia massa periodik baik cetak, elektronik ataupun online.
Jurus terakhir adalah bermitra dengan petani kopi untuk mendapatkan biji kopi terbaik. Selain mengajak kongsi, Wings Food juga mengandalkan kebun kopi pribadi sehingga kestabilan produksi bisa terjaga.



http://swa.co.id/business-strategy/marketing/enam-jurus-wings-food-membesut-top-coffee

Sabtu, 01 Desember 2012

Potongan Harga (Trade Discount)


Maulana Saikhudin
EKI 2011


POTONGAN PENJUALAN (TRADE DISCOUNT)
Sebagai pelaksanaan dari politik dagang perusahaan memberikan potongan dengan syarat-syarat tertentu sehingga penjualan dan piutang dagang akan berkurang. Selain itu penjualan juga akan berkurang apabila barang yang telah dijual dikembalikan oleh pembeli karena suatu hal (retur).
Potongan harga merupakan salah satu kebijakan perusahaan dalam rangka menyesuaikan harga. Penyesuaian harga yang dilakukan oleh perusahaan akan berdampak pada omzet penjualan terhadap produk yang ditawarkan kepada konsumen. Bentuk penyesuaian harga yang diterapkan oleh Departemen Fruit and Vegetable adalah kebijakan potongan harga.
Berdasarkan hasil pengamatan dari Praktik Kerja Lapangan menunjukkan bahwa (1) Kebijakan potongan harga yang diterapkan oleh Giant Hypermarket adalah Happy Hour dan Comcheck (Competitor Check List). Happy Hour merupakan bentuk kebijakan potongan harga yang dilakukan setiap hari dan setiap jam tertentu di saat konsumen mulai ramai. Potongan harga yang diberikan adalah sebesar 50%. Comcheck merupakan suatu kebijakan di mana Departemen Fruit and Vegetable membandingkan harga jual yang ada di Giant dengan harga jual kompetitor dan melakukan diskon up to 50% off. (2) Terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam penetapan harga pada Departemen Fruit and Vegetable pada Giant Hypermarket Gajayana Malang. Faktor pendukung antara lain, Giant bersedia mengganti selisih harga jual produknya dengan harga jual produk kompetitor jika produk kompetitor itu lebih murah, Giant merupakan perusahaan baru sehingga mendukung dalam penerapan kebijakan potongan harga, dan penekanan biaya operasional dengan menggunakan distribusi langsung sehingga perusahaan bisa menawarkan diskon hingga 50%. Faktor penghambat antara lain, update harga yang harus diikuti terus perkembangannya oleh Giant, koordinasi dalam perubahan harga, dan produk diskon yang ditawarkan adalah produk yang tidak mempunyai kualitas sebagus produk yang tidak didiskon. (3) Kebijakan potongan harga yang paling efektif dilaksanakan pada Departemen Fruit And Vegetable Giant Hypermarket Gajayana Malang adalah penyortiran produk diskon yang dilakukan secara ketat dan istilah yang digunakan sangat atraktif. Kebijakan tersebut terbukti sangat efektif dalam meningkatkan omzet penjualan.
POTONGAN RABAT (QUANTITY DISCOUNT)
Potongan rabat adalah potongan harga yang diberikan atas pembelian dalam jumlah besar. Caranya tergantung pada kebijakan akuntansi yang ditetapkan manajemen perusahaan. Dalam neraca Piutang dicatat sesuai dengan harga faktur setelah dikurangi rabat sehingga tidak perlu disediakan rekening potongan penjualan, atau total faktur sebelum sebelum dikurangi rabat dengan menyediakan rekening potongan penjualan. Sebaiknya digunakan cara yang pertama karena di dalam neraca tidak perlu ditampilkan potongan penjualan, namun masalah diperlukan atau tidak tergantung penuh pada manajemen perusahaan.
POTONGAN TUNAI (CASH DISCOUNT)
Potongan tunai adalah potongan harga yang diberikan atas pembayaran tunai sebelum tanggal yang ditentukan dan bila pembayaran tidak dilakukan sebelum tanggal tersebut maka potongan menjadi batal. Piutang dicatat sesuai dengan harga jual bila pembeli melunasi hutangnya sebelum tanggal ditentukan maka diberikan potongan penjualan maka Jurnalnya sbb:
Kas
98,000.00

Potongan penjualan
2,000.00

Piutang

100,000.00
Piutang dagang dicatat melalui prosedur yang terdapat pada aplikasi penjualan yang menerbitkan bukti transaksi penjualan yaitu Faktur penjualan dan faktur Pajak.
Selanjutnya Bagian buku besar membukukan transaksi tersebut pada buku besar memalui jurnal penjualan, berdasarkan faktur.
KERUGIAN PIUTANG
Penjualan kredit memberikan kesempatan kepada pembeli untuk menunda pembayaran sehingga mau membeli dengan jumlah yang relatif besar. Namun penjualan kredit mempunyai resiko yaitu karena banyak debitur yang tidak melunasi bahkan mungkin pada situasi tertentu tidak mampu melunasi utang sebagaimana mestinya. Kejadian tersebut jelas menimbulkan kerugian kepada penjual dan hal itu harus dicantumkan dalam laporan rugi laba dengan nama kerugian piutang.
Ada dua cara untuk mencatat kerugian piutang yaitu metode penghapusan langsung dan metode cadangan kerugian piutang.
Metode penghapusan langsung
Piutang tak tertagi dicatat setelah perusahan mendapat keyakinan bahwa piutang tidak akan dapat ditagih. Kepastian untuk itu diperoleh setelah debitur dinyatakan pailit oleh instansi yang berwenang atau keterangan lainya.
Misalnya pada tanggal 10 Agustus 1998 PT. X dinyatakan pailit akibat akibat penjarahan besar-besaran yang terjadi sejak kerusuhan mei lalu. Perusahan X masih mempunyai utang kepada PT. Y sebesar Rp.10.000.000,00. Kejadian tersebut dicatat oleh PT. Y sebagai kerugian piutang sbb :
Kerugian piutang
10.000.000,00

Piutang dagang

10.000.000,00
Metode cadangan  kerugian piutang
Besarnya kerugian piutang sesungguhnya hanyalah merupakan taksiran yang didasarkan pada pengalaman. Bedasarkan taksiran tersebut disediakan suatu rekening penilaian “Cadangan kerugian piutang” yang bertujuan untuk mengubah nilai piutang sehingga nilai yang tercantum dalam rekening piutang tetap menunjukan nilai tunainya.
Kerugian piutang
10.000.000,00

Cadangan kerugian Piutang

10.000.000,00
Rekening Cadangan kerugian piutang adalah rekening yang bernilai kredit.